ENSIKLOPEDIA DIGITAL · MEMORIA WONOGIRI
Wonogiripedia
Jendela menuju kekayaan sejarah, tokoh, tempat, budaya, kuliner, dan alam Kabupaten Wonogiri — dari masa Pangeran Sambernyawa hingga warisan modern.
Semua Entry
Menampilkan 12 dari 102 entryBukit Cumbri — Negeri di Atas Awan Wonogiri
Bukit Cumbri di Desa Kepyar, Purwantoro, dijuluki "negeri di atas awan" karena pemandangan lautan awan di pagi hari. Berada di ketinggian 638 mdpl di perbatasan Wonogiri–Ponorogo, bukit ini cocok untuk pendaki pemula dengan jalur landai.
Jembatan Kaca Waduk Gajah Mungkur — Wahana Modern di Atas Waduk
Jembatan Kaca Waduk Gajah Mungkur resmi dibuka 31 Maret 2025 (libur Idulfitri) setelah selesai dibangun sejak 2024. Wahana ini bagian dari revitalisasi WGM oleh Ditjen Cipta Karya PUPR yang membagi WGM ke 3 zona wisata modern.
Susuk Wangan Amerti Tirta — Upacara Syukur Sumber Air Setren
Susuk Wangan adalah tradisi tahunan warga Desa Setren, Slogohimo, sebagai ungkapan syukur atas sumber air Girimanik. Digelar setiap Sabtu Kliwon di bulan Besar (Dzulhijah), upacara ini mengandung nilai gotong royong, pelestarian lingkungan, dan spiritualitas Jawa-Islam.
Labuhan Ageng Pantai Sembukan — Sedekah Laut Malam 1 Sura
Labuhan Ageng adalah tradisi sedekah laut & tolak bala di Pantai Sembukan, Paranggupito, yang dilaksanakan setiap malam 1 Sura sejak zaman Mangkunegaran IV (±1848). Pelarungan kepala, kaki, dan ekor sapi sebagai persembahan kepada Ratu Kidul.
Jamasan Pusaka Kabupaten Wonogiri — Ritual 1 Suro dengan Kirab Gajah
Setiap bulan Suro, Pemkab Wonogiri menggelar Kirab Budaya & Jamasan Pusaka—ritual pencucian 7 pusaka warisan Mangkunegaran termasuk Kyai Totok, Nyai Jaladara, dan Kyai Bedhudhak. Kirab dipimpin 3 gajah: Kyai Sitanggang, Nyai Handayani, dan Denok.
Gunung Lawu — Puncak Tertinggi di Wilayah Wonogiri
Gunung Lawu (3.265 mdpl) berdiri di batas timur laut Wonogiri, mencakup wilayah Kecamatan Slogohimo dan Bulukerto. Gunung berapi tidur ini menjadi sumber air bagi kawasan Girimanik dan menyimpan jalur pendakian tertua—Via Singolangu—yang dipercaya sebagai tapak tilas Prabu Brawijaya V.
Bengawan Solo Hulu — Lahirnya Sungai Terpanjang Jawa di Wonogiri
Bengawan Solo (548 km) berhulu di Pegunungan Sewu, Wonogiri—mengalir melewati 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah-Timur hingga bermuara di Gresik. Zona hulu Bengawan Solo berada di atas Waduk Gajah Mungkur dan menjadi sumber kehidupan jutaan manusia di sepanjang alirannya.
Gathot — Si Hitam Manis dari Fermentasi Gaplek Wonogiri
Gathot adalah makanan tradisional Wonogiri berbahan gaplek (singkong kering) yang difermentasi hingga berwarna hitam. Teksturnya kenyal, rasanya manis-gurih dengan taburan kelapa parut. Kini hampir punah, hanya dijual segelintir pedagang di pasar tradisional.
Geti Wijen — Camilan Manis Legit Ikon Oleh-Oleh Wonogiri
Geti Wijen adalah camilan tradisional khas Wonogiri dari biji wijen, gula jawa, dan jahe. Rasanya manis legit dengan sensasi hangat jahe. Pusat produksinya di Dusun Geneng, Purwosari, Wonogiri Kota. Tahan hingga 2 bulan—cocok untuk oleh-oleh pemudik.
Nila Bakar & Goreng WGM — Ikan Segar Langsung dari Keramba
Nila bakar dan goreng dari Waduk Gajah Mungkur adalah kuliner andalan wisata Wonogiri. Ikan nila segar dipanen langsung dari keramba apung di WGM, dimasak dengan bumbu Jawa dan disajikan di warung-warung pinggir waduk yang menawarkan panorama air.
Geografi Kabupaten Wonogiri
Wonogiri terletak di 7°32'-8°15' LS dan 110°41'-111°18' BT, dengan luas 182.236 hektar. Terdiri dari 25 kecamatan dan 251 desa. Topografinya didominasi pegunungan kapur, perbukitan, dan dataran sempit.
Gunung Gajah Mungkur — Penjaga Lanskap Wonogiri
Gunung Gajah Mungkur (705 mdpl) yang berdiri menghadap waduk adalah ikon visual Kabupaten Wonogiri dan asal nama waduk dan kabupaten.