Kuliner

Geti Wijen — Camilan Manis Legit Ikon Oleh-Oleh Wonogiri

Geti Wijen adalah camilan tradisional khas Wonogiri dari biji wijen, gula jawa, dan jahe. Rasanya manis legit dengan sensasi hangat jahe. Pusat produksinya di Dusun Geneng, Purwosari, Wonogiri Kota. Tahan hingga 2 bulan—cocok untuk oleh-oleh pemudik.

Geti Wijen — Camilan Manis Legit Ikon Oleh-Oleh Wonogiri

Geti Wijen (atau sekadar "Geti") adalah camilan tradisional yang sudah menjadi ikon oleh-oleh wajib Wonogiri. Tidak ada pemudik Wonogiri yang pulang tanpa sekantong geti—camilan bertekstur renyah-alot dengan cita rasa manis legit yang khas ini sudah menjadi bagian dari identitas kuliner kabupaten.

Bahan & Komposisi

Geti Wijen dibuat dari tiga bahan utama yang sederhana namun menghasilkan cita rasa kompleks:

  • Biji wijen — disangrai terlebih dahulu hingga harum dan sedikit kecoklatan. Wijen menjadi sumber rasa gurih dan aroma khas.
  • Gula jawa / gula merah — dicairkan dan dicampur sebagai perekat sekaligus sumber rasa manis legit.
  • Jahe — dihaluskan dan dicampurkan, memberikan sensasi hangat yang khas dan aroma yang menggugah selera.

Beberapa produsen juga menambahkan kacang tanah sangrai sebagai variasi—menghasilkan versi yang lebih gurih dan bertekstur.

Cara Pembuatan Tradisional

  1. Wijen disangrai di wajan besi dengan api kecil hingga harum (15–20 menit).
  2. Gula jawa dicairkan dengan sedikit air dalam wajan terpisah hingga kental.
  3. Jahe halus dicampurkan ke dalam cairan gula.
  4. Wijen sangrai dimasukkan ke dalam larutan gula, diaduk cepat hingga merata.
  5. Adonan dituang ke loyang atau papan kayu yang sudah diolesi minyak.
  6. Diratakan dan didiamkan hingga dingin, lalu dipotong-potong persegi panjang atau berbentuk oval.

Pusat Produksi: Dusun Geneng, Purwosari

Sentra produksi Geti Wijen paling terkenal di Wonogiri adalah Dusun Geneng, Desa Purwosari, Kecamatan Wonogiri Kota. Salah satu produsen ternama adalah Endarti—yang telah meneruskan usaha keluarga ini selama puluhan tahun. Di dusun ini, aroma wijen sangrai sudah tercium sebelum masuk gang.

Harga, Kemasan, dan Daya Tahan

  • Harga: Rp 8.000–Rp 11.000 per bungkus (bungkus standar oleh-oleh)
  • Kemasan: plastik transparan atau kardus branded untuk premium
  • Daya tahan: hingga 2 bulan jika disimpan di tempat sejuk dan kering—sangat ideal untuk oleh-oleh jarak jauh

Variasi Modern

Seiring popularitasnya naik, beberapa produsen mengembangkan varian baru:

  • Geti Kacang — dengan kacang tanah sangrai sebagai tambahan
  • Geti Jahe Extra — kandungan jahe diperbanyak untuk sensasi hangat lebih kuat
  • Geti Premium — dikemas lebih rapi dengan label modern untuk pasar oleh-oleh modern

Nilai Budaya

Geti Wijen bukan sekadar camilan. Ia adalah penanda identitas perantau Wonogiri—hampir setiap orang Wonogiri yang tinggal di luar kota akan meminta "geti" saat keluarga pulang kampung. Rasa manis legit geti adalah "rasa kampung halaman" bagi jutaan diaspora Wonogiri yang tersebar di seluruh nusantara.