ENSIKLOPEDIA DIGITAL · MEMORIA WONOGIRI

Wonogiripedia

Jendela menuju kekayaan sejarah, tokoh, tempat, budaya, kuliner, dan alam Kabupaten Wonogiri — dari masa Pangeran Sambernyawa hingga warisan modern.

Budaya

Menampilkan 11 dari 11 entry
Budaya

Tari Kethek Ogleng — Warisan Budaya Takbenda

Tarian rakyat khas Wonogiri yang menampilkan gerakan lincah dan jenaka menirukan tingkah polah kera. Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kemdikbud pada 2018.

Ditetapkan WBTb 2018, di Wonogiri sejak 1967
Budaya

Batik Wonogiren — Seni Batik Tirtomoyo

Batik khas dari Kecamatan Tirtomoyo dengan ciri khas teknik "remekan" (corak pecah) yang lahir dari kesalahan teknis dan justru menjadi keunikan estetis.

Sejak masa pra-kemerdekaan; SK Bupati 1993
Budaya

Susuk Wangan Amerti Tirta — Upacara Syukur Sumber Air Setren

Susuk Wangan adalah tradisi tahunan warga Desa Setren, Slogohimo, sebagai ungkapan syukur atas sumber air Girimanik. Digelar setiap Sabtu Kliwon di bulan Besar (Dzulhijah), upacara ini mengandung nilai gotong royong, pelestarian lingkungan, dan spiritualitas Jawa-Islam.

tradisi turun-temurun, dipromosikan sejak 2000 Desa Setren, Kec. Sl…
Budaya

Labuhan Ageng Pantai Sembukan — Sedekah Laut Malam 1 Sura

Labuhan Ageng adalah tradisi sedekah laut & tolak bala di Pantai Sembukan, Paranggupito, yang dilaksanakan setiap malam 1 Sura sejak zaman Mangkunegaran IV (±1848). Pelarungan kepala, kaki, dan ekor sapi sebagai persembahan kepada Ratu Kidul.

±1848 (sejak Mangkunegaran IV) – sekarang Desa Paranggupito, K…
Budaya

Jamasan Pusaka Kabupaten Wonogiri — Ritual 1 Suro dengan Kirab Gajah

Setiap bulan Suro, Pemkab Wonogiri menggelar Kirab Budaya & Jamasan Pusaka—ritual pencucian 7 pusaka warisan Mangkunegaran termasuk Kyai Totok, Nyai Jaladara, dan Kyai Bedhudhak. Kirab dipimpin 3 gajah: Kyai Sitanggang, Nyai Handayani, dan Denok.

tradisi turun-temurun, event resmi Pemkab Tugu Pusaka Selogiri…
Budaya

Wayang Kulit Purwo — Tradisi Pedalangan Wonogiri

Tradisi pedalangan wayang kulit purwo masih dilestarikan di berbagai kecamatan Wonogiri sebagai bagian penting dari kebudayaan Jawa.

Tradisi turun-temurun
Budaya

Tri Darma Pangeran Sambernyawa

Tiga prinsip filosofi kepemimpinan ciptaan Raden Mas Said yang masih dipakai sebagai pedoman tata pemerintahan di Wonogiri hingga kini.

Dirumuskan 1741
Budaya

Campursari & Karawitan Tradisional

Wonogiri merupakan salah satu basis penting musik campursari Jawa modern dan karawitan tradisional yang masih lestari di berbagai pelosok.

Tradisi turun-temurun + modern
Budaya

Pasukan Wanita Estri Ladrang Mangungkung

Salah satu pasukan tempur wanita pertama dalam sejarah Jawa, dibentuk oleh KGPAA Mangkunegoro I (Pangeran Sambernyawa) — pendekatan revolusioner pada abad ke-18.

Abad ke-18 (1741-1795)
Budaya

Rasulan Desa Keloran — Tradisi Bersih Desa Selogiri

Rasulan adalah tradisi bersih desa di Desa Keloran, Kecamatan Selogiri, yang berlangsung turun-temurun sejak masa pra-Islam. Mengkombinasikan gugur gunung (gotong royong), sesajen, pertunjukan wayang kulit, reog, dan jathilan—Rasulan menjadi simbol Tri Hita Karana versi Jawa.

tradisi turun-temurun (pra-Islam – sekarang) Desa Keloran, Kec. S…
Budaya

Reog Wonogiren — Warok dan Seni Pertunjukan Khas Wonogiri

Reog Wonogiren adalah varian kesenian Reog yang berkembang di Wonogiri, terutama Kecamatan Girimarto. Mengadaptasi Reog Ponorogo dengan ciri khas "sangar" sendiri, kesenian ini dilestarikan oleh kelompok-kelompok warok lokal di Desa Jendi dan sekitarnya.

tradisi turun-temurun, varian Reog Ponorogo Desa Jendi, Kec. Gir…