ENSIKLOPEDIA DIGITAL · MEMORIA WONOGIRI
Wonogiripedia
Jendela menuju kekayaan sejarah, tokoh, tempat, budaya, kuliner, dan alam Kabupaten Wonogiri — dari masa Pangeran Sambernyawa hingga warisan modern.
Budaya
Menampilkan 11 dari 11 entryTari Kethek Ogleng — Warisan Budaya Takbenda
Tarian rakyat khas Wonogiri yang menampilkan gerakan lincah dan jenaka menirukan tingkah polah kera. Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kemdikbud pada 2018.
Batik Wonogiren — Seni Batik Tirtomoyo
Batik khas dari Kecamatan Tirtomoyo dengan ciri khas teknik "remekan" (corak pecah) yang lahir dari kesalahan teknis dan justru menjadi keunikan estetis.
Susuk Wangan Amerti Tirta — Upacara Syukur Sumber Air Setren
Susuk Wangan adalah tradisi tahunan warga Desa Setren, Slogohimo, sebagai ungkapan syukur atas sumber air Girimanik. Digelar setiap Sabtu Kliwon di bulan Besar (Dzulhijah), upacara ini mengandung nilai gotong royong, pelestarian lingkungan, dan spiritualitas Jawa-Islam.
Labuhan Ageng Pantai Sembukan — Sedekah Laut Malam 1 Sura
Labuhan Ageng adalah tradisi sedekah laut & tolak bala di Pantai Sembukan, Paranggupito, yang dilaksanakan setiap malam 1 Sura sejak zaman Mangkunegaran IV (±1848). Pelarungan kepala, kaki, dan ekor sapi sebagai persembahan kepada Ratu Kidul.
Jamasan Pusaka Kabupaten Wonogiri — Ritual 1 Suro dengan Kirab Gajah
Setiap bulan Suro, Pemkab Wonogiri menggelar Kirab Budaya & Jamasan Pusaka—ritual pencucian 7 pusaka warisan Mangkunegaran termasuk Kyai Totok, Nyai Jaladara, dan Kyai Bedhudhak. Kirab dipimpin 3 gajah: Kyai Sitanggang, Nyai Handayani, dan Denok.
Wayang Kulit Purwo — Tradisi Pedalangan Wonogiri
Tradisi pedalangan wayang kulit purwo masih dilestarikan di berbagai kecamatan Wonogiri sebagai bagian penting dari kebudayaan Jawa.
Tri Darma Pangeran Sambernyawa
Tiga prinsip filosofi kepemimpinan ciptaan Raden Mas Said yang masih dipakai sebagai pedoman tata pemerintahan di Wonogiri hingga kini.
Campursari & Karawitan Tradisional
Wonogiri merupakan salah satu basis penting musik campursari Jawa modern dan karawitan tradisional yang masih lestari di berbagai pelosok.
Pasukan Wanita Estri Ladrang Mangungkung
Salah satu pasukan tempur wanita pertama dalam sejarah Jawa, dibentuk oleh KGPAA Mangkunegoro I (Pangeran Sambernyawa) — pendekatan revolusioner pada abad ke-18.
Rasulan Desa Keloran — Tradisi Bersih Desa Selogiri
Rasulan adalah tradisi bersih desa di Desa Keloran, Kecamatan Selogiri, yang berlangsung turun-temurun sejak masa pra-Islam. Mengkombinasikan gugur gunung (gotong royong), sesajen, pertunjukan wayang kulit, reog, dan jathilan—Rasulan menjadi simbol Tri Hita Karana versi Jawa.
Reog Wonogiren — Warok dan Seni Pertunjukan Khas Wonogiri
Reog Wonogiren adalah varian kesenian Reog yang berkembang di Wonogiri, terutama Kecamatan Girimarto. Mengadaptasi Reog Ponorogo dengan ciri khas "sangar" sendiri, kesenian ini dilestarikan oleh kelompok-kelompok warok lokal di Desa Jendi dan sekitarnya.