Budaya

Pasukan Wanita Estri Ladrang Mangungkung

Salah satu pasukan tempur wanita pertama dalam sejarah Jawa, dibentuk oleh KGPAA Mangkunegoro I (Pangeran Sambernyawa) — pendekatan revolusioner pada abad ke-18.

Pasukan Estri Ladrang Mangungkung adalah fakta sejarah yang luar biasa namun jarang diketahui: sebuah pasukan tempur wanita yang dibentuk oleh Raden Mas Said (KGPAA Mangkunegoro I) dalam perjuangannya melawan VOC.

Revolusioner di Abadnya

Pembentukan pasukan ini menunjukkan pemikiran Raden Mas Said yang revolusioner pada masanya:

  • Di abad ke-18, di tengah masyarakat patriarkal yang kuat, ia memberi peran tempur kepada wanita
  • Wanita-wanita dalam pasukan ini dilatih berperang sama seperti pasukan pria
  • Mereka menjadi bagian dari strategi gerilya melawan VOC

Nama "Estri Ladrang Mangungkung"

  • Estri: bahasa Jawa untuk wanita/istri
  • Ladrang: salah satu pola tabuhan gamelan
  • Mangungkung: gerakan tegas/menyentak

Nama ini mencerminkan keanggunan sekaligus kekuatan — perpaduan femininitas Jawa dengan keganasan tempur.

Konteks Modern

Hari ini, keberadaan pasukan Estri Ladrang Mangungkung sering disebut dalam narasi pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender berbasis tradisi. Wonogiri — sebagai tanah lahir prinsip ini — bisa berbangga karena sejarahnya memuat figur kepemimpinan yang inklusif jauh sebelum istilah "kesetaraan gender" modern ada.

Relevansi di Praja Mangkunegaran

Tradisi pasukan wanita ini kemudian dilanjutkan dalam berbagai bentuk di Praja Mangkunegaran, dan menjadi salah satu pembeda kerajaan Mangkunegaran dengan kerajaan Jawa lainnya.