Wonogiri adalah salah satu basis penting musik campursari Jawa dan karawitan tradisional. Banyak musisi campursari ternama Indonesia berasal atau berkarya di Wonogiri.
Apa itu Campursari?
Campursari adalah genre musik Jawa modern yang memadukan instrumen tradisional (gamelan) dengan instrumen modern (keyboard, gitar, drum). Lahir di era 1990-an dan populer hingga kini, campursari menjadi corong ekspresi musik kekinian dengan rasa Jawa yang kental.
Karawitan Klasik
Di sisi tradisional, kelompok karawitan masih aktif di berbagai kecamatan. Mereka mengiringi pernikahan, hajatan, dan pertunjukan wayang. Instrumen gamelan lengkap (gong, kenong, saron, demung, gender, gambang) masih dijaga di balai desa-balai desa.
Musisi Wonogiri di Pentas Nasional
Beberapa musisi asal Wonogiri yang berkarir di pentas nasional:
- Risang Gotho (Risang Puspa Aji Arya Wibawa) — Pencipta lagu "Ayang-Ayang" (2020), pemain kendang berbakat asal Kecamatan Manyaran. Bermimpi memperkenalkan kendang ke pentas dunia
- Bagus Cahya Adi Suryanto — Anggota Nu Dimension, finalis X Factor Indonesia musim pertama dimentori Ahmad Dhani
- Sisca Saras (Fransisca Saraswati Puspa Dewi) — Mantan anggota JKT48 Generasi 3 (2014-2023), penyanyi-musisi-aktris
- Ika Purpitasari — Penyanyi dan artis SCTV
- Jasun Marju — Penyanyi muda asal Purwantoro, diproduseri Denny Caknan, masuk Top 6 Kontes Ambyar Indonesia 2023
- Weshley Raffazhian Adnavecka — Penyanyi cilik asal Kismantoro, viral di TikTok dan direkomendasikan Denny Caknan
Genre Tradisional Lain
Di beberapa kecamatan masih aktif kesenian tradisional Jawa lain:
- Laras Madyo — musik puji-pujian Jawa
- Terbangan — musik rebana-an
- Qasidah — musik islami
- Srandul — drama tradisional
- Kethoprak — sandiwara berbahasa Jawa