ENSIKLOPEDIA DIGITAL · MEMORIA WONOGIRI

Wonogiripedia

Jendela menuju kekayaan sejarah, tokoh, tempat, budaya, kuliner, dan alam Kabupaten Wonogiri — dari masa Pangeran Sambernyawa hingga warisan modern.

Semua Entry

Menampilkan 12 dari 102 entry
Kuliner

Cabuk Wijen — Sambal Hitam Khas Wonogiri

Sambal khas Wonogiri berwarna hitam pekat yang dibungkus daun pisang, dibuat dari ampas biji wijen yang dicampur merang padi dibakar.

Alam

Pegunungan Sewu — Kawasan Karst Selatan Wonogiri

Pegunungan Sewu (Gunungsewu) adalah rangkaian bukit kapur ribuan yang mendominasi selatan Wonogiri. Bagian dari UNESCO Global Geopark sejak 2015.

Selatan Wonogiri (5 …
Kuliner

Kacang Mete — Komoditas Unggulan Wonogiri

Wonogiri adalah salah satu penghasil utama kacang mete (jambu mete) di Indonesia. Sentra produksi tersebar di Pracimantoro, Giritontoro, dan kecamatan selatan lainnya.

Sejarah

Watu Gilang Nglaroh: Saksi Bisu Lahirnya Wonogiri 19 Mei 1741

Watu Gilang adalah batu pipih lonjong setinggi 45 cm di Dusun Nglaroh, Desa Pule, Kecamatan Selogiri. Batu inilah yang digunakan Raden Mas Said untuk menyusun strategi perang gerilya pada 19 Mei 1741—momen yang ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Wonogiri.

19 Mei 1741 Dusun Nglaroh, Desa …
Sejarah

Wonogiri di Era Orde Baru

Tahun 1974-1984 menjadi era transformatif Wonogiri dengan pembangunan Waduk Gajah Mungkur yang menyebabkan bedhol desa 12.525 KK dan transmigrasi besar-besaran ke Sumatera.

1974-1984
Sejarah

Mento Toelakan — Pabrik Serat Nanas Wonogiri

Mento Toelakan adalah kawasan bersejarah di Wonogiri yang pernah menjadi pusat perkebunan dan pabrik serat agave/serat nanas terbesar dan terbaik pada masa Hindia Belanda. Jejaknya masih tersimpan melalui arsip foto, cerita lisan, serta peninggalan fisik di wilayah Wonoharjo.

1897-1950-an Mento-Toelakan, Desa…
Sejarah

Tri Dharma Mangkunegaran: Filosofi Kepemimpinan Lahir dari Wonogiri

Tri Dharma adalah tiga prinsip kepemimpinan yang dirumuskan Pangeran Sambernyawa di Nglaroh: Mulat Sarira Hangrasa Wani, Rumangsa Melu Handarbeni, dan Wajib Melu Hangrungkebi. Filosofi ini menjadi semboyan Praja Mangkunegaran dan banyak diadopsi pemimpin Jawa.

±1741–1757 Kabupaten Wonogiri &…
Sejarah

Tetedakan Mangkunegara VII 19 November 1917: Wonogiri Resmi Jadi Kabupaten

Pada 19 November 1917, KGPAA Mangkunegara VII menetapkan Tetedakan yang mengubah status Wonogiri dari Kawedanan Gunung menjadi Kabupaten. R.M.T. Warso Adiningrat diangkat sebagai Bupati Wonogiri pertama dengan gelar Tumenggung—membuka era pemerintahan modern.

19 November 1917 Kabupaten Wonogiri, …
Sejarah

Pembangunan Waduk Gajah Mungkur 1974–1981: Proyek Andalan Pelita II

Waduk Gajah Mungkur dibangun 1974–1981 sebagai bagian dari Pelita II dengan dana US$ 111 juta. Pembangunannya dilakukan langsung oleh Kementerian PU tanpa kontraktor swasta, menghasilkan waduk seluas 8.800 hektar yang diresmikan Presiden Soeharto pada 17 November 1981.

1974 – 17 November 1981 Waduk Gajah Mungkur,…
Sejarah

Monumen Bedhol Desa Pokoh Kidul: Patung Pengorbanan Wonogiri

Monumen Bedhol Desa di Pokoh Kidul, Wonogiri, mengabadikan pengorbanan 68.750 jiwa yang harus meninggalkan tanah kelahirannya demi pembangunan Waduk Gajah Mungkur. Patung keluarga petani lengkap—ayah, ibu menggendong bayi, dan anak sekolah—menjadi pengingat ingatan kolektif.

1981 – sekarang Dusun Karangtalun, D…
Tempat

Pantai Nampu — Permata Tersembunyi Wonogiri Selatan

Pantai Nampu di Dusun Dringo, Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, adalah pantai pasir putih ikonik Wonogiri. Nama "Nampu" berarti "mendapatkan" dalam bahasa Jawa, merujuk pada legenda raja yang menemukan kebahagiaan di pantai ini.

— (alami) Dusun Dringo, Desa G…
Tempat

Air Terjun Girimanik — Tiga Air Terjun di Lereng Gunung Lawu

Air Terjun Girimanik di Desa Setren, Slogohimo, terdiri dari 3 air terjun: Manikmoyo (tertinggi 70 m), Condromoyo, dan Tejomoyo. Dilengkapi dua sendang keramat dan upacara adat Susuk Wangan, kawasan ini juga merupakan petilasan Pangeran Sambernyawa.

— (alami, dikembangkan sejak 2000) Desa Setren, Kec. Sl…