Pegunungan Sewu (juga ditulis "Gunungsewu") adalah rangkaian bukit kapur (karst) yang membentang di pesisir selatan Jawa, melintasi tiga kabupaten: Gunungkidul (DIY), Wonogiri (Jateng), dan Pacitan (Jatim). Nama "Sewu" berarti seribu — merujuk pada jumlah bukit kapur yang seakan tak berujung.
Bagian Wonogiri
Di Wonogiri, kawasan Pegunungan Sewu mencakup lima kecamatan selatan:
- Pracimantoro — area Museum Karst Indonesia
- Giritontoro — Lembah Kering Purba
- Giriwoyo — pintu gerbang ke pantai selatan
- Eromoko — kerajinan dari batu kapur dan kayu
- Paranggupito — pantai dan tebing karst
Karakteristik Karst
Karst Pegunungan Sewu terbentuk dari batuan gamping yang larut oleh air hujan asam selama jutaan tahun. Fenomena geomorfologi khasnya:
Conical Karst (Karst Kerucut)
Bukit-bukit berbentuk kerucut yang tersebar bagai jamur. Ribuan bukit kecil ini menjadi pemandangan ikonik Pegunungan Sewu.
Doline (Cekungan Karst)
Cekungan-cekungan dangkal di permukaan yang terbentuk akibat pelarutan batuan kapur. Banyak yang menjadi sawah tadah hujan.
Goa & Stalaktit-Stalagmit
Tujuh goa di Pracimantoro (Tembus, Potro-Bunder, Gilap, Mrica, Sapen, Sonya Wuri, Sodong) memiliki formasi stalaktit-stalagmit yang masih hidup (terus tumbuh oleh tetesan air berkapur).
Sungai Bawah Tanah & Luweng
Di bawah permukaan karst mengalir sungai-sungai bawah tanah. Luweng (sinkhole/lubang vertikal) menjadi pintu masuk ke sungai-sungai ini. Air ini menjadi sumber kehidupan utama bagi masyarakat karst.
Tebing Pantai
Tebing-tebing karst di pantai selatan Wonogiri menjadi habitat alami burung walet dan kelelawar.
UNESCO Global Geopark
Geopark Gunung Sewu ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 19 September 2015 di konferensi Asia Pacific Geopark Global Network di Sanin, Kaigan, Jepang. Pengakuan ini sangat penting untuk pelestarian dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Tantangan & Konservasi
Penambangan kapur skala kecil dan deforestasi adalah ancaman utama kawasan karst. Pemerintah dan masyarakat berupaya keras menjaga keseimbangan antara ekonomi (pertanian, pariwisata) dan konservasi.