Tempat

Air Terjun Girimanik — Tiga Air Terjun di Lereng Gunung Lawu

Air Terjun Girimanik di Desa Setren, Slogohimo, terdiri dari 3 air terjun: Manikmoyo (tertinggi 70 m), Condromoyo, dan Tejomoyo. Dilengkapi dua sendang keramat dan upacara adat Susuk Wangan, kawasan ini juga merupakan petilasan Pangeran Sambernyawa.

Air Terjun Girimanik — Tiga Air Terjun di Lereng Gunung Lawu

Air Terjun Girimanik adalah ikon wisata alam Wonogiri timur. Terletak di Desa Setren, Kecamatan Slogohimo, kawasan ini berada di lereng selatan Gunung Lawu—setara dengan Tawangmangu di sisi Karanganyar, tetapi belum sepopuler tetangganya itu.

Tiga Air Terjun, Satu Kawasan

Yang membuat Girimanik istimewa adalah keberadaan tiga air terjun sekaligus dalam satu kompleks, masing-masing dengan nama bermakna mendalam:

  1. Air Terjun Manikmoyo — yang tertinggi, dengan pancuran air mencapai 70 meter. Nama "Manik" (permata) dan "Moyo" (cahaya) berarti permata yang bercahaya.
  2. Air Terjun Condromoyo — air terjun kedua, dengan ketinggian sedang. "Condro" berarti bulan—cahaya bulan yang lembut.
  3. Air Terjun Tejomoyo — air terjun ketiga. "Tejo" berarti sinar/aura—aura yang berkilauan.

Jarak antar air terjun sekitar 10–15 menit berjalan kaki menyusuri jalur setapak di hutan pinus rindang.

Dua Sendang Keramat

Selain air terjun, di kawasan ini terdapat dua sendang (mata air) yang dianggap keramat:

  • Sendang Drajat — diyakini bisa mengangkat derajat/kedudukan peminumnya.
  • Sendang Kanastren — sendang dengan air jernih melimpah.

Legenda Tiga Dewa

Konon, pegunungan Girimanik adalah tempat pertapaan tiga bersaudara anak Sang Hyang Tunggal (dewa tertinggi dalam pewayangan Jawa). Ketiga air terjun melambangkan tempat masing-masing dari mereka bertapa untuk menyucikan bumi. Legenda ini masih hidup di benak warga Setren dan menambah aura mistis kawasan.

Petilasan Pangeran Sambernyawa

Kawasan Girimanik juga diyakini sebagai petilasan Pangeran Sambernyawa pada masa perang gerilya melawan VOC. Lokasi penting di sini adalah Pertapaan Girimanik—tempat sang pangeran konon bersemadi mencari petunjuk. Hal ini menambah lapisan sejarah pada kawasan yang sudah kaya legenda dan keindahan alam.

Upacara Adat Susuk Wangan

Setiap tahun, warga Setren menyelenggarakan upacara adat Susuk Wangan—ritual syukur atas hasil bumi yang diraih. Upacara digelar pada hari Sabtu Kliwon setelah bulan Apit (kalender Jawa). Pengunjung bisa menyaksikan ratusan ayam panggang yang dipersembahkan petani sebagai bentuk syukur.

Akses & Tiket

  • Lokasi: Desa Setren, Kec. Slogohimo, ±34 km timur kota Wonogiri (±50 menit)
  • Rute: Jalan Wonogiri–Ponorogo → Jalan Slogohimo–Girimanik
  • Tiket masuk: Rp 10.000 per orang
  • Parkir: motor Rp 3.000, mobil Rp 5.000
  • Jam buka: 08.00–17.00 setiap hari

Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengembangkan kawasan ini sebagai wisata alam unggulan sejak tahun 2000. Kombinasi keindahan alam, sejarah Sambernyawa, dan tradisi adat membuat Girimanik menjadi destinasi paket-lengkap untuk wisatawan alam, spiritual, dan budaya sekaligus.