Waduk Gajah Mungkur (WGM) adalah ikon utama Kabupaten Wonogiri sekaligus salah satu waduk terbesar di Pulau Jawa. Membentang seluas sekitar 8.800 hektar dengan genangan menutup sebagian besar wilayah selatan kota Wonogiri, waduk ini menjadi penanda transformasi masyarakat Wonogiri sejak era 1980-an.
Lokasi & Akses
Waduk Gajah Mungkur berlokasi sekitar 7 km arah selatan pusat kota Wonogiri, tepat di bagian hilir pertemuan Kali Keduang dengan Bengawan Solo. Mudah diakses dari Jalan Wonogiri-Pracimantoro maupun Jalan Wonogiri-Pacitan.
Pembangunan: 1976-1981
Pembangunan WGM dimulai tahun 1976 dan rampung pada tahun 1981, sebagai bagian dari program Pembangunan Lima Tahun (Pelita) II Orde Baru. Dana pinjaman dari Jepang memungkinkan proyek skala besar ini terwujud. Konstruksi membendung aliran Sungai Bengawan Solo untuk membentuk waduk serbaguna.
Fungsi Multiguna
- Pengendalian banjir Bengawan Solo (Solo, Sukoharjo, Sragen, hingga Bojonegoro)
- Irigasi pertanian seluas ribuan hektar di Wonogiri dan Sukoharjo
- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 12,4 MW
- Perikanan air tawar — sentra produksi ikan nila, mas, patin
- Wisata air — kapal pesiar mini, banana boat, jet ski
Peresmian Bersejarah
Pada 17 November 1981, Presiden Soeharto meresmikan Waduk Gajah Mungkur. Pada hari yang sama, dibangun pula Monumen Bedol Desa di Desa Pokoh Kidul — patung keluarga (ayah, ibu, dan dua anak) yang melambaikan caping ke arah waduk, sebagai penghormatan bagi 68.750 jiwa yang merelakan tanah kelahirannya tergenang.
Wisata & Festival
Setiap tahun WGM menjadi tuan rumah berbagai festival, termasuk lomba dayung internasional, gantole, dan paralayang. Sunrise di tepi waduk dengan latar Bukit Joglo menjadi pemandangan ikonik yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Wonogiri.