ENSIKLOPEDIA DIGITAL · MEMORIA WONOGIRI
Wonogiripedia
Jendela menuju kekayaan sejarah, tokoh, tempat, budaya, kuliner, dan alam Kabupaten Wonogiri — dari masa Pangeran Sambernyawa hingga warisan modern.
Semua Entry
Menampilkan 12 dari 102 entryKi Ageng Widyanto Suryo Buwono — Pelopor Bakso Lapangan Tembak
Ki Ageng Widyanto Suryo Buwono adalah pengusaha asal Wonogiri yang merintis usaha bakso dari pikulan hingga berkembang menjadi jaringan usaha kuliner dikenal luas.
Drs. H. Oemarsono — Bupati Wonogiri dan Gubernur Lampung
Drs. H. Oemarsono pernah memimpin Wonogiri pada periode 1985–1995 dan kemudian berkarier sebagai Wakil Gubernur serta Gubernur Lampung.
H. Begug Poernomosidi — Bupati Wonogiri 2000–2010
H. Begug Poernomosidi adalah Bupati Wonogiri periode 2000–2010 dan dikenal sebagai tokoh pemerintahan daerah pada masa awal reformasi dan otonomi daerah.
H. Danar Rahmanto — Bupati Wonogiri 2010–2015
H. Danar Rahmanto adalah Bupati Wonogiri periode 2010–2015, tokoh pemerintahan daerah yang memimpin pada fase penguatan pembangunan dan pelayanan pascareformasi.
Joko Sutopo (Jekek) — Bupati Wonogiri 2016–2025
Joko Sutopo atau Jekek adalah Bupati Wonogiri periode 2016–2025 yang dikenal dekat dengan masyarakat dan membawa sejumlah program pembangunan daerah.
Setyo Sukarno — Bupati Wonogiri 2025–2030
Setyo Sukarno adalah Bupati Wonogiri periode 2025–2030, sebelumnya dikenal sebagai tokoh legislatif daerah dan Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri.
K.R.M.T. Warso Adiningrat — Bupati Pertama Wonogiri
K.R.M.T. Warso Adiningrat dikenal sebagai Bupati Wonogiri pertama setelah perubahan status wilayah Wonogiri menjadi kabupaten pada masa Praja Mangkunegaran.
Sendang Siwani Singodutan: Mata Air Kemenangan Pangeran Sambernyawa
Sendang Siwani di Desa Singodutan, Selogiri, adalah petilasan Pangeran Sambernyawa yang diyakini sebagai sumber kekuatan saat bergerilya melawan VOC. Air sendang ini dipercaya memulihkan semangat prajurit yang lelah dan kalah.
Tugu Pusaka Selogiri: Penjaga Kyai Totok dan Nyai Jaladara
Tugu Pusaka di depan Kantor Kecamatan Selogiri menyimpan dua pusaka Kabupaten Wonogiri: Tombak Kyai Totok dan Keris Nyai Jaladara. Pusaka ini dijamasi setiap bulan Suro di Waduk Gajah Mungkur sebagai ritual tahunan.
Sembuyan: Tanah "Kutuk Kalung Kendho" di Wonogiri Selatan
Sembuyan adalah nama lama wilayah Wonogiri selatan yang kini menjadi Kecamatan Baturetno dan Wuryantoro. Disebut "Kutuk Kalung Kendho" oleh Pangeran Sambernyawa karena karakter rakyatnya yang penurut dan patuh pada pemimpin.
Kawedanan Gunung Wonogiri 1847: R.Ng. Joyosudarso, Wedono Pertama
Pada tahun 1847, wilayah Wonogiri ditetapkan sebagai Kawedanan (onderregent) di bawah Praja Mangkunegaran. R.Ng. Joyosudarso menjadi Wedono Gunung Wonogiri pertama dan menjadi titik awal struktur pemerintahan modern di Wonogiri.
Pemecahan Kawedanan Gunung 1875: Lahirnya Kawedanan Baturetno
Atas permohonan R.Ng. Joyosudarso, pada tahun 1875 Kawedanan Gunung Wonogiri dipecah menjadi dua: Kawedanan Gunung Wonogiri (Keduang, Honggobayan, Nglaroh) dan Kawedanan Gunung Baturetno (wilayah selatan). Inilah cikal bakal otonomi wilayah selatan Wonogiri.