Sendang Siwani berada di Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Tempat ini menjadi salah satu petilasan terpenting peninggalan Pangeran Sambernyawa dan masih dirawat hingga kini oleh keturunan Keraton Mangkunegaran.
Asal-Usul Nama
Nama "Siwani" diduga berasal dari kata Jawa "siwo" (mengembalikan) atau "si wani" (yang berani). Kedua tafsir ini sama-sama relevan—sebab menurut legenda, di sinilah Pangeran Sambernyawa mengembalikan keberanian pasukannya yang terdesak.
Kisah Petilasan
Dikisahkan, pada masa perjuangan gerilya melawan VOC, Pangeran Sambernyawa pernah terdesak oleh pasukan Belanda dan bergerak ke arah selatan dari Keraton Surakarta. Pasukannya sampai di wilayah Nglaroh dalam kondisi lelah dan mental yang rapuh—mereka dikejar terus-menerus oleh pasukan kolonial.
Di Singodutan, Pangeran Sambernyawa menemukan mata air jernih yang melimpah. Beliau memerintahkan pasukannya minum dan mandi di sendang tersebut. Konon, setelah meminum air sendang itu, RM Said dan pengikutnya merasakan kekuatan yang dahsyat—semangat juang yang sempat surut bangkit kembali. Dari mata air inilah pasukan Sambernyawa bisa kembali bergerak dan meraih kemenangan-kemenangan berikutnya.
Tradisi Hingga Kini
Hingga saat ini, masyarakat sekitar masih meyakini air Sendang Siwani memiliki tuah yang bisa mewujudkan permohonan. Air sendang sering diminta untuk:
- Diminum oleh orang yang sedang berikhtiar mendapatkan jabatan atau kedudukan.
- Bagian dari air resepsi siraman bagi pengantin yang akan menikah—sebagai simbol harapan rumah tangga yang berani menghadapi tantangan.
- Ritual tahunan pada bulan Suro (Muharram), terutama oleh keluarga Keraton Mangkunegaran dan Surakarta.
Sendang Drajat
Sendang Siwani juga sering disebut "Sendang Drajat"—kependekan dari "derajat" alias kedudukan, sesuai keyakinan bahwa air sendang ini bisa mengangkat derajat seseorang. Camat Selogiri menyatakan, sejumlah tempat di kecamatan ini memang berkaitan erat dengan cerita Raden Mas Said dan menjadi bagian dari paket wisata sejarah Selogiri.
Pihak Keraton Mangkunegaran hingga sekarang memberi perhatian khusus pada Sendang Siwani—mengirim petugas pemelihara dan menyelenggarakan ritual tahunan sebagai bentuk penghormatan pada leluhur yang berjuang dari mata air ini.