ENSIKLOPEDIA DIGITAL · MEMORIA WONOGIRI
Wonogiripedia
Jendela menuju kekayaan sejarah, tokoh, tempat, budaya, kuliner, dan alam Kabupaten Wonogiri — dari masa Pangeran Sambernyawa hingga warisan modern.
Kuliner
Menampilkan 12 dari 16 entryNasi Tiwul — Ikon Kuliner Kota Gaplek
Nasi tiwul terbuat dari gaplek (singkong kering) yang diolah menjadi tepung lalu dikukus. Lahir dari kondisi geografis karst yang sulit ditanami padi, tiwul menjadi simbol kreativitas dan ketahanan pangan masyarakat Wonogiri.
Bakso Wonogiri — Legenda Kuliner Nasional
Bakso Wonogiri telah menjadi merek dagang nasional yang melegenda. Dari Wonogiri, ribuan perantau membawa keahlian membuat bakso ke seluruh Indonesia.
Cabuk Wijen — Sambal Hitam Khas Wonogiri
Sambal khas Wonogiri berwarna hitam pekat yang dibungkus daun pisang, dibuat dari ampas biji wijen yang dicampur merang padi dibakar.
Kacang Mete — Komoditas Unggulan Wonogiri
Wonogiri adalah salah satu penghasil utama kacang mete (jambu mete) di Indonesia. Sentra produksi tersebar di Pracimantoro, Giritontoro, dan kecamatan selatan lainnya.
Gathot — Si Hitam Manis dari Fermentasi Gaplek Wonogiri
Gathot adalah makanan tradisional Wonogiri berbahan gaplek (singkong kering) yang difermentasi hingga berwarna hitam. Teksturnya kenyal, rasanya manis-gurih dengan taburan kelapa parut. Kini hampir punah, hanya dijual segelintir pedagang di pasar tradisional.
Geti Wijen — Camilan Manis Legit Ikon Oleh-Oleh Wonogiri
Geti Wijen adalah camilan tradisional khas Wonogiri dari biji wijen, gula jawa, dan jahe. Rasanya manis legit dengan sensasi hangat jahe. Pusat produksinya di Dusun Geneng, Purwosari, Wonogiri Kota. Tahan hingga 2 bulan—cocok untuk oleh-oleh pemudik.
Nila Bakar & Goreng WGM — Ikan Segar Langsung dari Keramba
Nila bakar dan goreng dari Waduk Gajah Mungkur adalah kuliner andalan wisata Wonogiri. Ikan nila segar dipanen langsung dari keramba apung di WGM, dimasak dengan bumbu Jawa dan disajikan di warung-warung pinggir waduk yang menawarkan panorama air.
Pindang Kambing & Besengek — Kuliner Olahan Daging
Wonogiri terkenal dengan kuliner olahan daging kambing, terutama pindang kambing dan besengek — masakan turun-temurun yang khas pedesaan Jawa.
Emping Melinjo Pracimantoro
Camilan keripik dari biji melinjo (gnetum gnemon) yang khas dari Pracimantoro. Rasa pahit-gurih yang unik menjadi pendamping sempurna nasi atau cemilan sendiri.
Botok Ikan Nila WGM — Kukusan Daun Pisang yang Otentik
Botok ikan nila WGM adalah olahan ikan nila segar yang dibumbui rempah lalu dikukus dalam bungkusan daun pisang. Cita rasanya gurih-pedas dengan aroma daun pisang yang khas—menjadi oleh-oleh favorit wisatawan yang lebih tahan bawa daripada ikan bakar.
Jangan Lombok Ijo — Sayur Khas Wonogiri yang Gurih Legit
Jangan Lombok Ijo adalah sayur berkuah santan khas Wonogiri dengan isian tempe, cabe hijau, dan petai. Rasanya manis-gurih-segar dengan sedikit pedas—kombinasi yang membuat sayur ini menjadi menu wajib di warung makan tradisional Wonogiri.
Sego Berkat — Nasi Hajatan Bungkus Daun Jati Khas Wonogiri
Sego Berkat adalah nasi lengkap yang dibungkus daun jati, diberikan kepada tamu setelah menghadiri hajatan di Wonogiri. Isinya: mie goreng, tahu-tempe bacem, sambal teri, telur rebus, dan semur daging. Wangi daun jati menjadi penanda khas yang tak bisa dipalsukan.