ENSIKLOPEDIA DIGITAL · MEMORIA WONOGIRI
Wonogiripedia
Jendela menuju kekayaan sejarah, tokoh, tempat, budaya, kuliner, dan alam Kabupaten Wonogiri — dari masa Pangeran Sambernyawa hingga warisan modern.
Tempat
Menampilkan 12 dari 15 entryWaduk Gajah Mungkur — Ikon Wonogiri
Waduk Serbaguna Gajah Mungkur diresmikan Presiden Soeharto pada 17 November 1981. Membentang seluas 8.800 hektar, waduk ini lahir dari pengorbanan 12.525 KK yang harus pindah dalam program bedhol desa.
Museum Karst Indonesia
Museum Karst Indonesia di Pracimantoro merupakan museum karst terbesar di Asia Tenggara. Berdiri di kompleks seluas 25 hektar, museum ini didedikasikan untuk pendidikan tentang ekosistem karst Gunung Sewu.
Pantai Nampu — Permata Tersembunyi Wonogiri Selatan
Pantai Nampu di Dusun Dringo, Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, adalah pantai pasir putih ikonik Wonogiri. Nama "Nampu" berarti "mendapatkan" dalam bahasa Jawa, merujuk pada legenda raja yang menemukan kebahagiaan di pantai ini.
Air Terjun Girimanik — Tiga Air Terjun di Lereng Gunung Lawu
Air Terjun Girimanik di Desa Setren, Slogohimo, terdiri dari 3 air terjun: Manikmoyo (tertinggi 70 m), Condromoyo, dan Tejomoyo. Dilengkapi dua sendang keramat dan upacara adat Susuk Wangan, kawasan ini juga merupakan petilasan Pangeran Sambernyawa.
Bukit Cumbri — Negeri di Atas Awan Wonogiri
Bukit Cumbri di Desa Kepyar, Purwantoro, dijuluki "negeri di atas awan" karena pemandangan lautan awan di pagi hari. Berada di ketinggian 638 mdpl di perbatasan Wonogiri–Ponorogo, bukit ini cocok untuk pendaki pemula dengan jalur landai.
Jembatan Kaca Waduk Gajah Mungkur — Wahana Modern di Atas Waduk
Jembatan Kaca Waduk Gajah Mungkur resmi dibuka 31 Maret 2025 (libur Idulfitri) setelah selesai dibangun sejak 2024. Wahana ini bagian dari revitalisasi WGM oleh Ditjen Cipta Karya PUPR yang membagi WGM ke 3 zona wisata modern.
Monumen Bedol Desa
Monumen Bedol Desa di Pokoh Kidul diresmikan bersama Waduk Gajah Mungkur pada 17 November 1981. Patung keluarga melambaikan caping ke arah waduk menjadi simbol pengorbanan 68.750 jiwa yang merelakan tanahnya tergenang.
Pantai Sembukan — Pantai Spiritual Selatan
Pantai Sembukan di pesisir selatan Wonogiri dikenal sebagai pantai spiritual yang sering dijadikan tempat upacara adat. Lokasinya yang terpencil dan tebing karst dramatis menjadikannya destinasi unik.
Wisata Kahyangan Dlepih — Petilasan Sakral
Wisata Kahyangan di Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, merupakan petilasan spiritual yang ramai dikunjungi saat pergantian tahun baru Islam atau Jawa untuk tirakat.
Pantai Banyutowo — Pantai Air Tawar yang Unik
Pantai Banyutowo di Desa Gudangharjo, Paranggupito, terkenal karena fenomena unik: air tawar dari sungai bawah tanah karst menggrojog langsung dari tebing karang ke laut. Nama "Banyutowo" sendiri berarti "air tawar" dalam bahasa Jawa.
Watu Cenik — Panorama Waduk Gajah Mungkur dari Ketinggian
Watu Cenik di Desa Sendang, Wonogiri Kota, adalah bukit batu setinggi 320 mdpl yang menyuguhkan panorama Waduk Gajah Mungkur dan Pegunungan Seribu. Dikelola BUMDes Sendang sejak 2017, hanya 6 km dari Alun-Alun Giri Krida Bakti.
Alun-Alun Giri Krida Bakti — Jantung Kota Wonogiri
Alun-Alun Giri Krida Bakti adalah pusat aktivitas warga Wonogiri Kota, berfungsi sebagai ruang publik, lokasi acara resmi, dan area olahraga keluarga. Nama "Giri Krida Bakti" mengandung makna: gunung (giri) sebagai tempat kerja (krida) dan pengabdian (bakti).