Monumen Bedol Desa adalah salah satu situs paling emosional di Kabupaten Wonogiri. Berlokasi di Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, monumen ini berdiri sebagai pengingat abadi atas pengorbanan ribuan keluarga yang merelakan kampung halamannya demi pembangunan Waduk Gajah Mungkur.
Diresmikan Bersama Waduk
Pada 17 November 1981, Presiden Soeharto meresmikan Waduk Gajah Mungkur sekaligus monumen ini. Dari foto-foto dokumentasi, patung sudah berdiri kokoh sejak hari peresmian — menandakan monumen dibangun bersamaan dengan rampungnya proyek waduk.
Komposisi Patung
Patung monumen menampilkan satu keluarga lengkap:
- Ayah — berdiri tegak, menatap ke arah waduk
- Ibu — di sampingnya, juga menatap ke waduk
- Dua anak — kecil, di sisi ayah-ibu
Mereka semua melambaikan caping (topi petani) ke arah Waduk Gajah Mungkur — sebuah gestur perpisahan yang penuh haru, mengucap selamat tinggal kepada tanah leluhur yang kini tergenang air.
Makna Filosofis
Monumen ini bukan sekadar patung. Ia adalah:
- Penghargaan — Bagi 12.525 KK / 68.750 jiwa dari 51 desa di 7 kecamatan yang harus pindah
- Pengingat — Bahwa pembangunan selalu menuntut pengorbanan
- Identitas kolektif — Bagi diaspora Wonogiri di Sitiung, Jujuhan, Rimbo Bujang, Ipuh, dan daerah transmigrasi lainnya
Lokasi & Akses
Monumen mudah dicapai karena berada di jalur utama Wonogiri-Pracimantoro, persis di sisi Waduk Gajah Mungkur. Banyak diaspora warga Wonogiri di tanah transmigrasi yang sengaja kembali setiap tahun untuk berziarah ke monumen ini, mengenang asal-usul mereka.