ENSIKLOPEDIA DIGITAL · MEMORIA WONOGIRI
Wonogiripedia
Jendela menuju kekayaan sejarah, tokoh, tempat, budaya, kuliner, dan alam Kabupaten Wonogiri — dari masa Pangeran Sambernyawa hingga warisan modern.
Sejarah
Menampilkan 5 dari 29 entryJalur Kereta Api Wonogiri–Baturetno 1923–1978: Tinggal Kenangan
Pada 1 Oktober 1923, jalur kereta diperpanjang dari Wonogiri ke Baturetno, mengangkut hasil kayu jati Hutan Donoloyo dan tebu dari pabrik gula. Setelah 55 tahun beroperasi, jalur ini resmi mati 1 Mei 1978—korban langsung pembangunan Waduk Gajah Mungkur.
Hutan Donoloyo Slogohimo: Pemasok Kayu Jati untuk Keraton Surakarta
Hutan Donoloyo di Kecamatan Slogohimo terkenal sejak abad ke-18 sebagai penghasil kayu jati berkualitas terbaik. Kayu dari hutan ini digunakan untuk membangun Keraton Surakarta dan menjadi salah satu komoditas utama yang diangkut kereta api jalur Wonogiri–Baturetno.
Gerakan Anti-Swapraja Wonogiri 1945–1946: Akhir Era Mangkunegaran
Pasca Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Wonogiri mengalami dualisme pemerintahan—masih dalam monarki Mangkunegaran tetapi rakyat ingin masuk Republik. Gerakan Anti-Swapraja akhirnya berhasil membawa Wonogiri keluar dari sistem kerajaan dan menjadi kabupaten Republik Indonesia.
Peta Lawas Wonogiri
Peta lawas ini merupakan salah satu dokumen bersejarah yang menggambarkan kemampuan tanah di wilayah Wonogiri,...
Rute Perang Gerilya Jenderal Sudirman
[caption id="attachment_3530" align="alignnone" width="640"] RUTE GERILYA PANGLIMA BESAR JENDERAL SUDIRMAN DI KABUPATEN WONOGIRI[/caption] Jenderal Sudirman merupakan Panglima Besar TKR pertama yang mempraktikkan strategi perang gerilya walaupun dalam...