Goa Putri Kencono (atau Goa Putri Kencana) terletak di Dusun Wonosobo, Desa Wonodadi, Kecamatan Pracimantoro—sekitar 45 kilometer selatan kota Wonogiri. Goa ini merupakan bagian dari kawasan karst Pegunungan Sewu, dengan panjang lorong sekitar 121 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 4 meter.
Penemuan dan Legenda
Goa ini pertama kali ditemukan pada tahun 1991 oleh seorang pencari batu lintang dari Dusun Wonodadi. Berdasarkan cerita rakyat yang dipercaya turun-temurun, Goa Putri Kencono adalah petilasan Putri Kencana Wungu, salah satu tokoh Kerajaan Majapahit. Hal ini menambah jejak diaspora Majapahit di wilayah Wonogiri.
Tujuh Ruang Bermakna
Goa ini terbagi dalam tujuh ruang, masing-masing memiliki nama dan fungsi spiritual-historis:
- Ruang Tamu — tempat menerima tamu kerajaan.
- Ruang Mistik — tempat aktivitas spiritual.
- Ruang Kepustakaan — tempat bercengkrama Putri Kencana Wungu dengan kerabat Majapahit. Di dalamnya terdapat Sendang Pangupasan, sebuah sendang gaib yang konon hanya dapat dilihat orang berhati suci.
- Ruang Jumenengan — tempat semadi Putri Kencana Wungu untuk mencari petunjuk Sang Khalik.
- Ruang Sarasehan — tempat rapat membahas masalah kerajaan.
- Ruang Panyuwunan — tempat ritual permohonan.
- Ruang Keluarga — tempat berkumpul keluarga sang putri.
Wisata dan Edukasi
Goa ini dipenuhi stalagtit dan stalagmit khas formasi karst. Pengunjung dilengkapi helm pelindung dan waktu maksimal di dalam goa dibatasi 20 menit, mengingat kondisi gua sempit dan oksigen terbatas. Selain sebagai destinasi wisata, Goa Putri Kencono juga menjadi referensi penelitian geologi dan edukasi karstologi.
Rute paling umum dari pusat kota Wonogiri: melalui Jalan Perwakilan → Jalan Raya Pracimantoro–Wonogiri sejauh ±35,5 km → Jalan Goa Putri Kencana ±5 km. Total perjalanan sekitar 40 km dan dapat dilalui motor maupun mobil.