Tempat

Pendopo Kabupaten Wonogiri — Penyimpan Pusaka Kyai Bedhudhak

Pendopo Kabupaten Wonogiri di pusat kota adalah bangunan heritage tempat berlangsungnya kegiatan resmi Pemkab. Di dalamnya disimpan Pusaka Kyai Bedhudhak yang dikirab keliling kota saat terjadi pagebluk (wabah)—warisan Pangeran Sambernyawa.

Pendopo Kabupaten Wonogiri adalah salah satu bangunan heritage paling penting di Kabupaten Wonogiri. Berdiri di pusat kota, di sisi utara Alun-Alun Giri Krida Bakti, pendopo ini menjadi tempat berlangsungnya berbagai kegiatan resmi Pemerintah Kabupaten serta acara budaya, adat, dan kenegaraan.

Arti "Pendopo" dalam Tradisi Jawa

Pendopo (dari bahasa Jawa pendapa) adalah bangunan terbuka tanpa dinding di depan rumah utama (dalem)—khas arsitektur tradisional Jawa. Dalam konteks pemerintahan, pendopo kabupaten berfungsi sebagai:

  • Tempat audiensi Bupati dengan warga dan tamu
  • Lokasi acara seremonial (pelantikan, penyerahan penghargaan)
  • Ruang pertemuan adat dan budaya
  • Tempat penerimaan tamu kehormatan

Arsitektur Khas Jawa

Pendopo Kabupaten Wonogiri mengadopsi arsitektur joglo Jawa klasik:

  • Atap berbentuk joglo — atap tinggi bersusun dengan ujung mengarah ke langit, simbol penghormatan pada Yang Maha Kuasa.
  • Empat saka guru — empat tiang utama yang menyangga atap, melambangkan empat penjuru mata angin.
  • Soko-soko pendukung — tiang-tiang pendukung di sekeliling, biasanya dari kayu jati berkualitas (kemungkinan termasuk dari Hutan Donoloyo).
  • Bangunan terbuka — tanpa dinding penuh, memungkinkan sirkulasi udara dan visualisasi terbuka.
  • Ornamen ukiran — motif tradisional Jawa di balok dan tiang.

Penyimpan Pusaka Kyai Bedhudhak

Salah satu hal paling istimewa tentang Pendopo Kabupaten Wonogiri adalah fungsinya sebagai tempat penyimpanan Pusaka Kyai Bedhudhak—salah satu pusaka warisan Pangeran Sambernyawa yang menjadi sipat kandel (jimat kepercayaan) sang pangeran saat berjuang di Wonogiri.

Tradisi Kirab Saat Pagebluk

Yang membuat Kyai Bedhudhak istimewa adalah fungsinya sebagai penolak balak. Bila terjadi pagebluk (wabah penyakit atau bencana sosial di Wonogiri), Pusaka Kyai Bedhudhak dikirab keliling kota—diarak dari Pendopo ke berbagai titik penting di Wonogiri sambil diiringi doa-doa.

Tradisi ini dipercaya turun-temurun sebagai cara spiritual mengusir bahaya kolektif yang melanda kabupaten. Meski modernisasi semakin kuat, tradisi ini masih dijalankan secara berkala oleh Pemkab Wonogiri bersama tokoh adat dan agama setempat.

Pusaka Lain di Wonogiri

Pusaka Kyai Bedhudhak adalah satu dari tiga pusaka warisan Sambernyawa yang dijaga di Wonogiri:

  1. Kyai Bedhudhak — disimpan di Pendopo Kabupaten
  2. Kyai Totok (tombak) — disimpan di Tugu Pusaka Selogiri
  3. Nyai Jaladara (keris) — juga di Tugu Pusaka Selogiri

Ketiga pusaka tersebut dijamasi (disucikan) setiap bulan Suro di Waduk Gajah Mungkur—ritual tahunan yang dihadiri pejabat Pemkab, utusan Pura Mangkunegaran, dan tokoh masyarakat.

Fungsi Modern

Di era sekarang, Pendopo Kabupaten Wonogiri masih sangat aktif digunakan untuk:

  • Upacara HUT Wonogiri setiap 19 Mei
  • Penerimaan tamu kenegaraan dan kunjungan kerja
  • Acara halal bihalal setelah Idulfitri
  • Pelantikan pejabat daerah
  • Forum musyawarah pembangunan daerah
  • Pertunjukan kesenian tradisional seperti wayang kulit, langen tayub, dan tari klasik Jawa

Lokasi & Akses

  • Alamat: Pusat Kota Wonogiri, di sisi utara Alun-Alun Giri Krida Bakti
  • Akses umum: sangat dekat dengan Stasiun Wonogiri, Masjid Agung, dan pusat pemerintahan
  • Status: bangunan resmi pemerintah, tidak terbuka untuk wisata umum tetapi bisa dilihat dari luar dan saat ada acara terbuka

Pendopo Kabupaten Wonogiri adalah pertemuan antara arsitektur warisan, fungsi pemerintahan modern, dan tradisi spiritual yang terus dijaga. Sebuah simpul yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan Wonogiri dalam satu bangunan agung.