Tempat

Bumi Perkemahan Setren — Camping di Lereng Lawu dengan Petilasan Sambernyawa

Bumi Perkemahan Setren di Slogohimo adalah area camping di kawasan Hutan Girimanik, lereng selatan Gunung Lawu. Lokasinya strategis sebagai titik awal menuju air terjun, sendang, pertapaan Pangeran Sambernyawa, dan jalur pendakian Puncak Semar.

Bumi Perkemahan Setren adalah salah satu camping ground tertua dan paling otentik di Wonogiri. Berada di Desa Setren, Kecamatan Slogohimo, kawasan ini terletak di kompleks Hutan Girimanik, lereng selatan Gunung Lawu—sekitar 50 km dari pusat kota Wonogiri.

Lokasi Strategis

Bumi Perkemahan Setren menjadi titik awal (basecamp) untuk berbagai destinasi alam di kawasan Girimanik:

  • Air Terjun Girimanik (3 air terjun: Manikmoyo, Condromoyo, Tejomoyo)
  • Sendang Drajat dan Sendang Kanastren
  • Pertapaan Girimanik — petilasan Pangeran Sambernyawa
  • Jalur Pendakian Puncak Semar — alur pendakian ringan untuk pemula
  • Perkebunan Kopi Setren — kopi lokal berkualitas yang sedang naik daun

Akses & Suasana

Gerbang masuk hutan ditandai dengan deretan pohon pinus yang menjulang. Jalan menuju bumi perkemahan menanjak namun bisa dilewati kendaraan—motor maupun mobil bisa langsung mencapai area parkir Bumi Perkemahan Girimanik.

Di dalam kawasan, suasananya sejuk dengan pepohonan lebat—suhu pada malam hari bisa turun cukup dingin, mirip iklim Tawangmangu. Cocok untuk pelarian dari panas kota.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

  1. Camping — mendirikan tenda di area lapang yang sudah disediakan. Banyak komunitas Pramuka, mahasiswa, dan pencinta alam yang menggunakan area ini untuk pelatihan.
  2. Trekking Air Terjun — dari basecamp, akses ke 3 air terjun bisa ditempuh berjalan kaki dengan jarak antar destinasi 10–15 menit.
  3. Wisata Spiritual — mengunjungi Pertapaan Girimanik yang dipercaya sebagai petilasan Pangeran Sambernyawa pada masa perang gerilya melawan Belanda.
  4. Pendakian Puncak Semar — alur singkat naik ke puncak bukit dengan view Gunung Lawu dan dataran rendah Slogohimo.
  5. Petik Kopi Setren — pengunjung bisa diajak melihat proses petik kopi langsung di perkebunan warga.
  6. Saksikan Susuk Wangan — bila beruntung datang pada Sabtu Kliwon setelah bulan Apit, bisa menyaksikan upacara adat syukur dengan ratusan ayam panggang.

Persiapan

  • Pakaian hangat — suhu malam bisa turun cukup dingin.
  • Peralatan camping pribadi — tenda, sleeping bag, peralatan masak.
  • Bekal makanan — warung di sekitar terbatas.
  • Senter/headlamp — area camping tidak banyak lampu.
  • Obat anti-nyamuk — hutan basah memiliki banyak serangga.

Pengelolaan & Tiket

Bumi Perkemahan Setren dikelola Pemkab Wonogiri bekerja sama dengan masyarakat Desa Setren. Tiket masuk umumnya digabung dengan tiket Air Terjun Girimanik (Rp 10.000 per orang), dengan biaya tambahan untuk camping (negosiasi langsung dengan pengelola lokal).

Konteks Sejarah

Hutan Girimanik—termasuk Bumi Perkemahan Setren—adalah salah satu kawasan dengan lapisan sejarah paling dalam di Wonogiri. Kombinasi legenda Tiga Dewa anak Sang Hyang Tunggal, petilasan Sambernyawa, upacara adat Susuk Wangan, dan tradisi perkebunan kopi membuat tempat ini bukan sekadar camping ground biasa—melainkan museum hidup warisan Wonogiri timur.

Bagi yang ingin liburan menyatu dengan alam sekaligus menyelami sejarah dan budaya lokal Wonogiri, Bumi Perkemahan Setren adalah pilihan ideal—jauh dari kebisingan kota, dekat dengan akar tradisi.