BERITA

Tembus Tahap Wawancara Kementerian PANRB, Disarpus Wonogiri Perkuat Langkah Menuju WBK

Selasa, 11 Agustus 2026 91 dibaca

Disarpus Kabupaten Wonogiri berhasil lolos seleksi administrasi Evaluasi Zona Integritas Menuju WBK dan melaju ke tahap wawancara daring bersama Kementerian PANRB pada 10 Agustus 2026. Dalam paparan, Disarpus menonjolkan inovasi GOKIL, website Disarpus, dan LiGaMu sebagai wujud transformasi layanan yang terintegrasi, inovatif, dan berorientasi pada masyarakat.

Wonogiri — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Wonogiri berhasil lolos seleksi administrasi dalam Evaluasi Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan melaju ke tahapan selanjutnya, yaitu wawancara secara daring bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).

Tahap wawancara tersebut dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 15.00 WIB, bertempat di Ruang Plintheng Semar Sekretariat Daerah Kabupaten Wonogiri. Kegiatan berlangsung secara daring bersama tim evaluator Kementerian PANRB dan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses evaluasi pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi.



Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri FX. Pranata AP., M.Hum, Plt. Asisten Administrasi Umum sekaligus Inspektur Kabupaten Wonogiri Mardiyanto, S.E., serta Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Wonogiri Titik Supriyanti, S.H., M.Hum. Sementara itu, paparan dalam tahapan wawancara disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri, Mawan Tri Hananto, S.STP., M.Si.

Proses wawancara berlangsung kurang lebih 1,5 jam. Dalam kesempatan tersebut, Disarpus Wonogiri memaparkan berbagai perkembangan pembangunan Zona Integritas, mulai dari aspek tata kelola, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan inovasi, hingga berbagai upaya perubahan yang telah dilakukan untuk menciptakan pelayanan publik yang semakin efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi kepada masyarakat.

Paparan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan Zona Integritas di Disarpus Wonogiri tidak hanya diarahkan pada pemenuhan aspek administratif, tetapi juga pada perubahan nyata melalui inovasi dan digitalisasi pelayanan.

Salah satu inovasi yang menjadi bagian penting dalam paparan adalah GOKIL (Gerakan Optimalisasi Kelembagaan dan Integrasi Layanan). GOKIL merupakan gerakan strategis Disarpus Wonogiri dalam mengoptimalkan kelembagaan sekaligus mengintegrasikan berbagai sistem informasi dan layanan yang dimiliki. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pelayanan yang lebih efektif, terintegrasi, mudah diakses, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui GOKIL, optimalisasi dilakukan terhadap berbagai aspek kelembagaan, keterpaduan sistem informasi dan aplikasi pelayanan, serta manajemen pelayanan kearsipan kelembagaan.

GOKIL juga menjadi wadah yang menghubungkan berbagai inovasi yang telah dikembangkan Disarpus Wonogiri, baik di bidang kearsipan maupun perpustakaan. 

Pengembangan GOKIL menjadi salah satu bukti bahwa transformasi pelayanan di Disarpus Wonogiri terus dilakukan secara berkelanjutan. Inovasi tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan aplikasi atau layanan baru, tetapi juga bagaimana berbagai inovasi tersebut dapat terintegrasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut juga telah mendapatkan apresiasi melalui Wonogiri Innovation Award (WIA) Tahun 2025, di mana Disarpus Kabupaten Wonogiri berhasil meraih Juara Harapan I kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Selain GOKIL, salah satu perkembangan yang menjadi perhatian dalam paparan adalah penguatan website Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Wonogiri. 

Website Disarpus dikembangkan tidak hanya sebagai media penyampaian informasi kelembagaan, tetapi juga sebagai salah satu pintu masuk masyarakat untuk memperoleh berbagai informasi dan layanan yang berkaitan dengan kearsipan dan perpustakaan. Berbagai fitur yang tersedia pada website tersebut menjadi bagian dari upaya Disarpus dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih terbuka dan mudah dijangkau. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai program, kegiatan, layanan, inovasi, serta berbagai informasi terkait kearsipan dan perpustakaan melalui kanal digital.

Penguatan website tersebut menjadi bagian dari transformasi pelayanan Disarpus yang semakin mengedepankan keterbukaan informasi, kemudahan akses, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Transformasi digital juga diperkuat melalui inovasi layanan perpustakaan digital LiGaMu (Literasi Gajah Mungkur). LiGaMu menjadi salah satu inovasi unggulan Perpustakaan Daerah Kabupaten Wonogiri dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses layanan perpustakaan secara digital.
Melalui LiGaMu, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan perpustakaan, mulai dari pencarian koleksi, katalog, layanan peminjaman, koleksi digital, repositori, hingga berbagai layanan literasi lainnya. Pengembangan LiGaMu menunjukkan bahwa perpustakaan tidak lagi hanya identik dengan ruang fisik dan koleksi buku, tetapi telah berkembang menjadi ruang literasi digital yang dapat diakses masyarakat secara lebih luas. Bahkan, pengembangan layanan LiGaMu juga diarahkan untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan melalui fitur Tanya LiGa AI, yang memberikan alternatif layanan bantuan digital bagi pemustaka.
Keberadaan LiGaMu sekaligus memperkuat ekosistem GOKIL dalam menghadirkan pelayanan yang terintegrasi. Kearsipan, perpustakaan, literasi, teknologi informasi, dan pelayanan publik terus dikembangkan dalam satu semangat transformasi untuk memberikan pengalaman layanan yang lebih mudah dan modern kepada masyarakat.

Lolosnya Disarpus Kabupaten Wonogiri ke tahap wawancara Evaluasi Zona Integritas Menuju WBK bersama Kementerian PANRB menjadi momentum penting untuk menunjukkan berbagai perubahan yang telah dilakukan. Berbagai inovasi seperti GOKIL, website Disarpus, dan LiGaMu menjadi gambaran bahwa pembangunan Zona Integritas tidak berhenti pada dokumen dan pemenuhan administrasi, tetapi diwujudkan melalui perubahan tata kelola serta peningkatan kualitas pelayanan yang dapat dirasakan masyarakat.

Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi juga terus diperkuat melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, pengawasan, kualitas pelayanan, serta penguatan budaya kerja yang berintegritas. Disarpus Wonogiri berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap berbagai inovasi yang telah dikembangkan. Setiap inovasi diharapkan tidak hanya menjadi sebuah program, tetapi mampu memberikan dampak nyata, berkelanjutan, dan semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Tahap wawancara bersama Kementerian PANRB menjadi bagian dari perjalanan panjang tersebut. Dengan dukungan pimpinan daerah dan seluruh jajaran, Disarpus Wonogiri terus menguatkan semangat perubahan untuk mewujudkan pelayanan kearsipan dan perpustakaan yang bersih, transparan, inovatif, mudah diakses, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.