Bunda Literasi Kabupaten adalah figur penggerak utama dalam menumbuhkan budaya baca dan literasi di seluruh wilayah Kabupaten Wonogiri.
Gerakan literasi adalah gerakan yang lahir dari kasih sayang — kasih sayang seorang ibu yang ingin melihat anak-anaknya cerdas, berkarakter, dan berdaya. Karena itu, setiap langkah kecil yang dilakukan oleh Bunda Literasi di kecamatan memiliki arti besar bagi kemajuan Wonogiri.
Melalui kolaborasi bersama Bunda Literasi Kecamatan, Pemerintah Kabupaten Wonogiri berkomitmen memperkuat ekosistem literasi melalui pembentukan pojok baca, kelas literasi digital, pendampingan perpustakaan desa, dan kampanye Gerakan Gemar Membaca, serta kegiatan kolaborasi dengan PKK.
Kami berkomitmen untuk mendukung gerakan Literasi sebagai bagian upaya bersama mendukung program Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, untuk memajukan literasi dan budaya membaca pada masyarakat Jawa Tengah. Sekaligus mendukung program Presiden Republik Indonesia.SALAM LITERASI !
Halaman di bawah ini memuat profil dan rangkuman kegiatan Bunda Literasi dari 25 kecamatan se-Kabupaten Wonogiri.
Pilih Bunda Literasi kecamatan untuk melihat profil dan data kegiatan literasi.
Bunda Literasi Kecamatan Jatiroto adalah sosok penggerak literasi yang berkomitmen mendukung gerakan membaca, menulis, dan belajar sepanjang hayat di lingkungan kecamatan. Bersama sekolah, perpustakaan, pemerintah desa, dan komunitas, beliau mendorong terciptanya budaya literasi yang ramah anak, ramah keluarga, dan ramah masyarakat. Dengan semangat keteladanan, Bunda Literasi aktif mengajak warga untuk memanfaatkan perpustakaan, pojok baca, dan ruang-ruang belajar lainnya sebagai pusat kegiatan positif. Harapannya, masyarakat Jatiroto semakin cakap membaca, memahami informasi, dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hidup
Rekap kegiatan literasi yang telah dilakukan di kecamatan ini.
Meningkatkan Pemahaman Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik
Kegiatan sosialisasi di Ruang Pertemuan TP PKK Kecamatan Jatiroto pada tanggal 26 November 2025 ini bertujuan menguatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga secara tepat melalui pelatihan pembuatan pupuk cair dan kompos. Melalui pendekatan pembelajaran aktif dan praktik langsung, warga belajar diajak mengakses informasi penting tentang pemilahan sampah organik dan anorganik, serta teknik pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna bagi lingkungan dan ekonomi keluarga.
Dengan bimbingan langsung dari Ny. Sri Haryani Miran, kegiatan ini mendorong peningkatan budaya bijak dalam pengelolaan sampah serta pengembangan keterampilan baru yang berkelanjutan. Upaya ini sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola limbah secara mandiri, sehingga berdampak positif pada kebersihan lingkungan, penghematan biaya pertanian, dan penurunan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pendekatan literasi yang diterapkan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memberdayakan warga untuk menerapkan ilmu secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Penguatan literasi pengelolaan sampah melalui sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair (POC) dan kompos dari sampah rumah tangga merupakan langkah strategis untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Berikut adalah Panduan komprehensif berdasarkan hasil sosialisasi dan praktik:
1. Dasar Pemilahan Sampah
Literasi dimulai dengan pemahaman memisahkan sampah organik dan anorganik.
Sampah Organik (Bahan Kompos/POC): Sisa sayuran, sisa makanan, kulit buah, kulit telur, sisa ikan, dan dedaunan. Sampah Anorganik: Plastik, kaca, sterofoam, dan kardus.
2. Pengolahan Sampah Menjadi Kompos Padat
Metode ini memanfaatkan sisa organik untuk memperbaiki struktur tanah dan nutrisi tanaman.
Alat & Bahan: Wadah besar/komposter (ember/drum bekas), tanah, sampah organik rumah tangga, dan aktivator (EM-4).
Langkah-langkah:
3. Pengolahan Sampah Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)
Metode ini cocok untuk sisa makanan cair atau bahan organik yang menghasilkan cairan.
Langkah-langkah:
4. Manfaat Penguatan Literasi Pengelolaan Sampah
Ekologis: Mengurangi emisi gas metana dari sampah organik yang tertimbun di TPA.
Ekonomis: Menghemat biaya pembelian pupuk dan berpotensi meningkatkan hasil pertanian/tanaman hias.
Kesehatan: Menciptakan lingkungan bersih dan mencegah timbulnya penyakit.
Sosialisasi yang efektif sering melibatkan demonstrasi langsung kepada kelompok masyarakat seperti PKK atau warga lingkungan RT/RW untuk memastikan praktik yang benar.
Bunda Literasi kecamatan dapat mengirimkan kegiatan terbaru melalui formulir ini. Data akan direview oleh admin.
Untuk melihat kegiatan literasi oleh Bunda Literasi Kecamatan se – Kabupaten Wonogiri silahkan klik Tombol di bawah ini :
Untuk membaca pedoman kegiatan Literasi oleh Bunda Literasi di Kabupaten Wonogiri, silahkan baca “Buku Pedoman” di bawah ini :