Mennyimpulkan hasil bacaan dari Google tentang cara menanam cabe untuk menunjang kegiatan aku hatinya PKK
Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Nguntoronadi ini bertujuan mendukung ketahanan pangan keluarga melalui program wajib tanam sayur, khususnya budidaya cabai rawit dan terong ungu. Warga belajar diberi kesempatan untuk mengakses informasi dan mengolah pengetahuan dari sumber digital seperti Google, kemudian menyusun langkah-langkah praktik menanam menggunakan media tanam ramah lingkungan berbahan galon bekas. Proses ini menguatkan kemampuan literasi pertanian, mulai dari pemilihan bibit sehat, pembuatan media tanam, hingga perawatan dan panen tanaman secara berkelanjutan.
Dengan bimbingan Ny. Dwi Astuti Indrio R. M. Pd sebagai Bunda Literasi, peserta tidak hanya belajar teknik budidaya, tetapi juga mengasah keterampilan literasi digital dan menulis melalui penyusunan draft kegiatan. Pendekatan ini mendorong optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah dan pengelolaan sumber daya secara kreatif, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya pengendalian hama secara alami dan perawatan tanaman yang tepat. Dokumentasi kegiatan secara sistematis menggunakan teknologi kamera juga menjadi bagian dari proses literasi digital yang mendukung pelaporan dan evaluasi program.

TAHAPAN KEGIATAN & DOKUMENTASI :
1.PENYIAPAN BIBIT
- Menggunakan bibit hasil persemaian umur 25–30 hari setelah semai.
- Bibit sehat dengan jumlah daun sekitar 4–5 helai daun sejati.
- Dokumentasi: difoto menggunakan open camera/timestamp kamera.
2. PEMBUATAN MEDIA TANAM
- Media tanam menggunakan campuran tanah : kompos : sekam = 1 : 1 : 1.
Media diaduk hingga merata dan gembur. - Dokumentasi: difoto menggunakan open camera/timestamp kamera.
3.PENANAMAN
- Menggunakan galon bekas air mineral yang telah dilubangi bagian bawahnya.
- Menanam bibit cabai rawit dan terong ungu secara hati-hati agar akar tidak rusak.
- Dokumentasi: difoto menggunakan open camera/timestamp kamera.
4.PERAWATAN
Perawatan tanaman dilakukan secara rutin, meliputi:
- Penyiraman : Dilakukan secara teratur, terutama pada awal pindah tanam agar tanaman tidak layu atau stres.
- Pemupukan Susulan : Menggunakan pupuk NPK dan pupuk organik secara berkala.
- Perempelan Cabai : Dilakukan dengan membuang tunas air atau cabang yang tumbuh tidak produktif, terutama pada bagian bawah tanaman, agar pertumbuhan optimal dan hasil buah lebih maksimal.
- Pengendalian Hama dan Penyakit : Dilakukan secara manual atau menggunakan pestisida nabati bila diperlukan.
- Perawatan Fisik Tanaman : Meliputi penyulaman (penggantian bibit yang mati) serta pemasangan ajir/bambu penyangga agar tanaman tidak roboh.
5. PEMANENAN
- Panen pertama dilakukan pada usia sekitar 75–80 Hari Setelah Tanam (HST).
- Pemetikan selanjutnya dilakukan setiap 2–10 hari sekali sesuai tingkat kematangan buah




