Pertemuan Poktan Usaha Makmur: Mengembangkan Literasi Pertanian, Ekonomi, dan Sosial bagi Petani Dusun Tambak Wetan
Pertemuan rutin Kelompok Tani Usaha Makmur Dusun Tambak Wetan, Desa Tambakmerang, kembali dilaksanakan pada Senin Wage pukul 10.00 WIB hingga selesai. Selain membahas agenda utama mengenai pengelolaan pertanian konvensional yang selama ini menjadi tumpuan mata pencaharian warga, diskusi kali ini juga menyinggung persoalan penting terkait menurunnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian. Para petani yang sebagian besar sudah berusia lanjut menyampaikan kekhawatiran mereka tentang masa depan lahan pertanian yang diwariskan turun-temurun, khawatir tidak ada lagi penerus yang mampu menjaga keberlanjutan sektor ini.
Dalam kesempatan tersebut, Bu Camat mencoba menghadirkan sudut pandang baru dengan memperkuat literasi pertanian para peserta pertemuan, khususnya dalam memetakan peluang komoditas non-konvensional yang lebih sesuai dengan minat dan karakter generasi muda. Saya menjelaskan bahwa pertanian tidak harus terbatas pada padi, jagung, atau palawija, tetapi dapat berkembang melalui inovasi seperti hortikultura modern, tanaman herbal, urban farming, hingga budidaya komoditas bernilai tinggi yang lebih dekat dengan gaya hidup dan preferensi anak muda.
Selain itu, penguatan literasi ekonomi juga penting agar masyarakat memahami bahwa pertanian modern dapat membuka peluang usaha baru, menciptakan nilai tambah, serta memberikan prospek pendapatan yang lebih menjanjikan ketika dikelola dengan pendekatan kewirausahaan. Melalui dialog yang hangat, terkembang pula literasi sosial di mana para petani menyadari perlunya membangun komunikasi lintas generasi, membuka ruang partisipasi bagi anak muda, dan menjaga kesinambungan kehidupan sosial-ekonomi desa melalui sektor pertanian.
Meskipun tantangan regenerasi petani tidaklah ringan, kami meyakini bahwa setiap peluang layak untuk dicoba. Dengan memperkuat pemahaman, membuka wawasan baru, dan menumbuhkan semangat kolaboratif, diharapkan pertanian di Desa Tambakmerang dapat terus berlanjut, berkembang, dan kembali diminati oleh generasi penerusnya.




